Minggu, 07 Oktober 2018

MACAM MACAM RIBA






"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan Riba dengan berlipat ganda" (QS. Ali Imran [3]: 130).

Macam-macam riba adalah sebagai berikut:

1. Riba Fadl (Riba Tambahan dalam jual Beli

Islam melarang riba (bunga) atas jual beli atau perniagaan, pengertian riba tambahan dalam jual beli (riba fadl) adalah jual beli satu jenis barang dari barang-barang ribawi dengan barang sejenisnya dengan nilai (harga) lebih, misalnya: misalnya, jual beli satu kwintal beras dengan satu seperempat kwintal beras sejenisnya, atau jual beli satu sha’ kurma dengan satu setengah sha’ kurma, atau jual beli satu ons perak dengan satu ons perak dan satu dirham.

2. Riba Nasi'ah 
Riba nasi’ah berasal dari kata fi’il madli nasa’a yang berarti menunda, menangguhkan, menunggu, atau merujuk pada tambahan waktu yang diberikan pada pinjaman dengan memberikan tambahan atau nilai lebih. Dengan demikian, riba nasi’ah identik dengan bunga dan pinjaman.
3. Riba Jahiliyah
Riba Jahiliyah ialah riba karena adanya hutang yang dibayar lebih dari pokoknya, karena peminjam tidak mampu melunasi hutangnya setelah jatuh tempo. Ketidakmampuan mengembalikan hutang ini kemudian dimanfaatkan oleh orang tersebut (kreditur) untuk mengambil keuntungan.
Misalkan:
Praktek riba ini terdapat di berbagai daerah dan kalangan sebagai contoh si A meminjam uang ke si B sebesar Rp. 100.000 dan si A berjanji atau si B meminta Setelah 1 (satu) bulan makan harus di kembalikan sebesar Rp. 110.000 disitulah terjadinya riba atau kebanyakan orang menyebutnya sebagai bunga.

4. Riba Al Yad
Riba Al Yad adalah riba dalam jual beli atau yang terjadi dalam penukaran. Penukaran tersebut terjadi tanpa adanya kelebihan, namun salah satu pihak yang terlibat meninggalkan akad, sebelum terjadi penyerahan barang atau harga.
Penjelasan mengenai riba terdapat juga dalam hadist dari Rasulullah sebagai berikut:

“Jangan kamu bertransaksi satu dinar dengan dua dinar, satu dirham dengan dua dirham; satu sha dengan dua sha karena aku khawatir akan terjadinya riba (al-rama). Seorang bertanya : wahai Rasul: bagaimana jika seseorang menjual seekor kuda dengan beberapa ekor kuda dan seekor unta dengan beberapa ekor unta? Jawab Nabi SAW “Tidak mengapa, asal dilakukan dengan tangan ke tangan (langsung).”(HR Ahmad dan Thabra­ni).
Depan Rumah
Sumber: www.akidahislam.com, www.dalamislam.com





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Dijual rumah 2 lantai, dikota Yogyakarta

Dijual rumah 2 lantai, dikota Yogyakarta, Alamat lokasi Jalan Harmonis V / RG 7, perumahan Green House, kel. Brontokusuman, kec. Mergangsan,...